Carilahberbagai karya seni rupa tiga dimensi (reproduksi foto/gambar). Amati karya-karya seni rupa tiga dimensi tersebut, kemudian bandingkan . karya yang satu dengan yang lainnya. Ceritakan masing-masing karya yang . kamu amati, kemukakan aspek apa yang menarik perhatian kamu dan karya . mana yang paling kamu sukai. Berikan alasan mengapa
Karyaseni rupa dua dimensi yang dikenal sebagai seni yang berhubungan dengan cetak mencetak disebut seni.. Gambar. Lukis. Membaca. Grafis. Multiple Choice. Tinta yang melekat pada kertas dan terbentuk;ah gambar sesuai dengan cetakan. Multiple Choice. Edit. Please save your changes before editing any questions. 20 seconds.
Maka dalam karya 2 dimensi, kesan ruang atau kedalaman dapat ditempuh melalui beberapa cara. Contohnya, menciptakan kesan ruang dengan cara penggambaran gempal, penggunaan perspektif, peralihan warna, membuat gelap terang dan tekstur, dan pergantian ukuran.
MAKALAH2 DIMENSI DAN 3 DIMENSI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Latar belakang kami menulis makalah ini ialah untuk menjelaskan karya seni rupa tiga dimensi secara lebih rinci. Penjelasan karya seni rupa tiga dimensi akan meliputi media dan teknik pemuatan. Di dalam makalah ini juga kami menampilkan gambar-gambar yang merupakan contoh karya
Perhatikankarya seni rupa dua dimensi jenis gambar karikatur berikut ini ceritakan kembali langkah-langkah dalam proses berkarya seni rupa dua dimensi yang ditunjukan oleh gambar karikatur tersebut. (reproduksi) karya seni rupa dua dimensi dari berbagai sumber kemudian membuat analisis sederhana berkaitan dengan nama perupa (jika ada
TeknikSeni Rupa 2 Dimensi - Dalam suatu karya seni rupa tentu saja ada istilah seni rupa dua dimensi dan seni rupa tiga dimensi. Teknik seni rupa 2 dimensi mempunyai beberapa teknik, seperti teknik kolase, transparan, merekat, menggunting, menempel, plakat, arsir, dan lain sebagainya. Gambar. Gambar adalah suatu karya seni rupa yang
Karyaseni rupa dua dimensi dengan visualisasi yang menunjukkan kesan ruang. Lukisan Albert Biersatdt, Rocky Mountain. (sumber gambar : buku Seni Rupa Jilid I Perhatikan gambar-gambar karya seni rupa berikut ini, gambar manakah yang menunjukkan penggunaan warna secara harmonis, heraldis, murni, monokromatik dan polikromatik.
Karyaseni rupa dua dimensi yang merupakan bagian dari karya seni rupa memiliki unsur-unsur sebagaimana unsur -unsur dalam karya seni rupa, yaitu unsur garis, raut (bidang dan bentuk), ruang, tekstur, warna, dan gelap terang. Gambar ilustrasi merupakan karya seni rupa 2 dimensi yang dimanfaatkan untuk mengisi ruangan kosong pada majalah
8hzutah. xii. Kegiatan Belajar 1 KARYA SENI RUPA DUA DIMENSI A. MENGGAMBAR 1. Gambar Bentuk Menggambar bentuk adalah kegiatan menggambar dengan meniru kemiripan bentuk benda model yang disimpan di depan penggambar. Bagi anak SD kemiripan tidak selalu harus seperti memotret, tetapi yang penting adalah bagaimana anak-anak bisa mengekspresikan ide/gagasan tentang bentuk benda yang diamatinya itu. Mungkin terjadi penyimpangan bentuk yang tidak sesuai dengan model yang digambarnya itu bukan suatu kesalahan. Dianjurkan guru sebelum menentukan kebijakan dalam mengkritisi atau menilai gambar buatan anak sebaiknya mempelajari dahulu perkembangan gambar anak dari berbagai jenjang usia. Pemilihan objek yang akan digambar harus terprogram secara sistematis pertama, benda yang digambar harus memiliki daya tarik bagi siswa, bentuknya dimulai dari bentuk yang sederhana seperti benda geometris sampai benda yang bentuknya yang komplek seperti rumah, sepeda, mobil dsb. Bahan dan alat yang diperlukan kertas gambar, benda/model yang akan digambar, pinsil hitam/pinsil warna/ballpoint/spidol, dsb. Prosedur pengerjaan Tempatkan benda/model yang akan digambar di tengah anak-anak yang akan menggambar, sehingga memungkinkan setiap siswa melihat model dengan jelas atau tidak terhalang. Anak-anak menggambar benda dengan mencontoh langsung benda yang dijadikan modelnya sesuai posisi mereka. Penyelesaian akhir gambar bisa hanya hitam putih, hanya dengan pinsil saja, dengan ballpoint, atau mungkin dengan pinsil warna. Anjurkan anak harus sering melihat objek gambar dan mengamatinya secara seksama, dan selalu dibimbing oleh guru. 1 xii. 2. Gambar Ilustrasi Peran gambar ilustrasi ialah untuk menjelaskan sesuatu, artinya dengan dibantu atau dilengkapi gambar ilustrasi memudahkan seseorang untuk menafsirkan konsep tertentu. Hal ini sejalan dengan pendapat di bawah ini Ilustrasi berasal dari bahasa Latin “illustrate”, yang berarti menerangi atau menghias. Kata yang bersumber dari bahasa Latin ini dapat pula berarti penghias atau pendukung dalam membantu proses pemahaman terhadap suatu objek. Dalam Seni Rupa, gambar ilustrasi dapat berarti gambar yang menghias dan membantu pemahaman terhadap sesuatu,… Kata ilustrasi dapat pula dipakai dalam seni Musik atau Seni Drama, yang berarti musik yang menghiasi atau membantu pemahaman terhadap sesuatu. Soegiarty, Tity, 2005 141 2 xii. Menggambar ilustrasi adalah kegiatan menggambar dengan tujuan untuk melengkapi suatu cerita, teks, atau sebagai penjelasan visual dari suatu bagian tulisan, atau ada pula karya ilustrasi berdiri sendiri tanpa disertai tulisan. Tulisan yang dimaksudkan bisa berupa cerita fiksi ataupun non fiksi pelajaran, ilmu pengetahuan. Bahan dan alat yang diperlukan kertas gambar, pinsil hitam, pinsil berwarna, spidol warna, tinta, cat air, kuas cat air. Prosedur pelaksanaan. Membuat rancangan gambar sesuai dengan tema. Misalnya kegiatan yang berhubungan dengan pelajaran. Rancangan dibuat dengan pinsil hitam pada kertas gambar. Penyelesaian akhir gambar seperti pada gambar bentuk atau gambar dekorasi. Gambar cukup hitam putih, menggunakan pinsil hitam atau tinta, dapat juga diselesaikan dengan menggunakan warna. Warna dapat diambil dari pinsil warna, spidol warna, atau cat air. 3. Gambar Model Menggambar model tidak jauh berbeda dengan menggambar bentuk. Perbedaannya hanya terletak pada objek benda yang digambar. Bila dalam menggambar bentuk kita kenal benda yang digambar adalah alam benda atau benda mati, sedangkan dalam kegiatan menggambar model benda yang digambar adalah makhluk hidup. Makhluk hidup bisa manusia atau binatang. Dianjurkan dalam belajar menggambar model objek benda yang digambar selalu ada di depan penggambar. Hal ini dimaksudkan agar bentuk benda yang digambar tidak menyimpang dari bentuk aslinya. Dalam tahapan belajar menggambar model dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya Pertama. belajar menggambar model dengan cara global, artinya, menggambar model dengan menggambar bentuk keseluruhan dari benda dengan tidak memperhatikan bentuk bagian. Kedua, dapat juga dilakukan dengan latihan menggambar bagian dari model yang dihadapi penggambar. Misalnya diawali dengan latihan menggambar tangan, kaki, 3 xii. kepala dan sebagainya, dilakukan secara bertahap. Ketiga, dapat juga dilakukan dengan cara mempelajari secara cermat tentang model yang akan digambar. Diawali dengan mengamati bentuk keseluruhan, proporsi atau perbandingan bagian anggota tubuh model, ciri-ciri atau karakteristik model. Cara-cara tersebut di atas dapat ditempuh oleh siapapun dalam berlatih menggambar model. Namun, harus selalu diingat cara mana yang akan dilakukan harus disesuaikan dengan tingkat kematangan atau usia peserta didik. Sebagai contoh, tidak ada salahnya bila siswa sekolah dasar diajak untuk belajar menggambar model, tetapi harus diingat tahapan kemampuan menggambar model siswa sesuai usianya. Karakter gambar model siswa sekolah dasar kelas tinggi atau kelas rendah tentu berbeda. 4. Gambar Ekspresi Setiap manusia memiliki berbagai reaksi manakala merespon sesuatu yang dihadapinya. Sesuatu yang sudah menyita perhatian seseorang akan memancing 4 xii. respon balik berupa tanggapan, seperti merasakan kesedihan, kegembiraan, keharuan, kebingungan. Respon balik yang terjadi dapat berupa sikap fisik manusia sendiri yang tampak seperti tertawa, marah, menangis, mengacungkan jempol, tepuk tangan dan sebagainya. Bagi kelompok tertentu respon balik ini bisa berbentuk ungkapan kreatif dalam bentuk karya seni diantaranya lewat coretan garis atau menggambar. Gambar seperti ini disebut gambar ekspresi. “Ekspresi dipergunakan untuk menyebutkan reaksi-reaksi emosional yang langsung, namun bentuk-bentuk yang dicapai melalui aturan–aturan yang ketat pun merupakan suatu cara berekspresi” Herbert Read dalam Soedarso SP., 20005 Kegiatan menggambar ekspresif lebih mengutamakan pengungkapan emosi yang dicurahkan dalam bentuk karya gambar. Dalam karya gambar ekspresif mengabaikan kemiripan akan objek yang digambar, tetapi lebih mengutamakan perasaan, keinginan pribadi penggambar yang bukan mustahil menghasilkan gambar yang kreatif sesuai dengan keinginannya. Dalam berkarya seniman atau penggambar termasuk anak tidak dibatasi oleh suatu teknis yang baku. Yang jelas karya ekspresi akan mewakili perasaan seniman atau anak untuk menanggapi sesuatu sesuai keinginan pribadinya. “ Karya Ekspresionistik dalam seni merefleksi secara emosional terhadap realitas tau kenyataan. Imej atau gambaran secara visual biasanya merupakan rekaman simbolik dari perasaan sang artis atau seniman berupaya menyatakan secara langsung dan penuh makna. Terkadang schok, sentimental atau romantik adalah gaya mengekspresikan realitas perasaan pribadi kita tentang alam dan kondisi manusia.” Laura Chapman, 1978 41 Anak kelas rendah termasuk anak usia TK cenderung lebih menyukai gambar ekspresif. Mereka menggambar dengan tidak menghiraukan kemiripan, harmoni, proporsi dan sebagainya. Cenderung dalam gambar terjadi distorsi, perubahan, pewarnaan yang bebas, penggubahan bentuk yang tidak menjadi penghambat dalam berkarya. Malahan bila diamati dari sudut pandang lain, justru menjadi ciri yang menarik dari gambar anak. Mereka melepaskan diri dari unsur kasat mata, mereka bebas berkarya. 5 xii. Sejalan dengan pendapat Van Gelder dan Van Praag yang mengatakan sebagai berikut Eksrpesi kerupaan yang kepenghayatan kepribadian sendirinya berdominasi di atas kepenghayatan berdasarkan keterlihatan nyata, kita beri nama ekspresionistis. Arahan kepenghayatan inilah yang menjadi landasan ideoplastik. Bagi pemilihan media kerupaan tidaklah penting, apakah bentuk nyata yang tergambar itu bias dikenali kembali, melainkan hanya apakah kepenghayatan ke-akuan tercapai. Gelder, 1990 52 5. Gambar Dekoratif Menggambar dekoratif ialah kegiatan menggambar hiasan ornamen pada kertas gambar, atau pada benda tertentu. Sifat dekoratif pada gambar menunjukkan fungsi gambar sebagai hiasan motif hias. Bahan dan alat yang diperlukan kertas gambar, pewarna, kuas, pinsil hitam/pinsil warna/spidol. Bentuk gambar diantaranya geometris, stilasi, deformasi, atau bentuk realistis. 6 xii. Prosedur pelaksanaannya Buat rancangan atau gambar berupa motif hias/ornamen pada kertas yang sudah disediakan atau benda 3 dimensi tertentu. Motif hias bisa berupa stilasi dari alam fauna, flora, alam benda, abstrak, atau geometris. Penyelesaian akhir gambar seperti pada gambar bentuk, hanya hitam putih saja, atau berwarna. Warna-warna yang digunakan bisa diambil dari pewarna buatan, atau pewarna alam. B. MENCETAK Karya gambar yang akan disajikan dalam modul ini meliputi; 1. Cetak Penampang Bahan dan alat yang diperlukan kertas, pewarna, pelepah daun, buah, daun-daunan, umbi-umbian, belimbing atau umbi dan buah yang memiliki penampang menarik, pisau, alas pewarna, spon/busa, kapas, dan koran bekas. Proses pengerjaannya 7 xii. Pilihlah penampang apa yang akan dijadikan acuan cetaknya pelepah daun atau buah-buahan. Pelepah daun yang sering dijadikan acuan cetak adalah pelepah daun pisang, pelepah daun talas, pelepah daun pepaya. Buah belimbing dapat pula dijadikan sebagai acuan cetak. Potonglah penampang bahan acuan cetak itu dengan pisau. Arah potongan bebas. Usahakan agar permukaan potongan rata. Kerataan permukaan potongan sangat menentukan hasil cetakannya. Siapkan pewarna. Pewarna yang disiapkan bergantung dari keadaan bahan acuan cetaknya. Bila acuan cetaknya masih mengeluarkan getah/cairan, cukup disediakan serbuk pewarna saja. Pewarna akan menjadi cair setelah bersatu dengan cairan acuan cetak. Akan tetapi bila acuan cetaknya tidak mengeluarkan cairan, kita perlu menyediakan pewarna yang sudah dicampur dengan air. Pewarna serbuk, cukup disebarkan pada alas warna yang bentuknya datar dan rata misalnya kaca, formica, lembaran plastik, piring. Penampang acuan cetak yang mengandung cairan digosok-gosokan pada serbuk warna yang ditaburkan di alas hingga rata, maka terjadilah warna yang siap pakai. Pewarna cair dapat dipulaskan pada busa/spon, atau pada kapas. Mencetakkan acuan cetak. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan ikutilah petunjuk ini. 1. Penampang acuan cetak yang masih basah tekankan pada pewarna yang ada pada alas warna tadi. 2. Selanjutnya tempelkan sambil ditekan acuan cetak tersebut pada kertas yang sudah diletakkan di atas koran. 3. Kemudian angkat acuan cetaknya. Gambar acuan cetak akan tertera pada kertas. Untuk membuat bentuk/gambar yang sama, lakukan kegiatan seperti yang dilakukan sebelumnya beberapa kali bergantung kebutuhan pada kertas yang sama atau yang lain. Acuan cetak yang sudah kering tidak mengeluarkan cairan, pengisian warnanya harus dengan cara menempelkan acuan cetak tersebut pada spon/busa, atau kapas yang sudah diisi pewarna. Pencetakannya sama seperti pada 8 xii. pencetakkan acauan cetak sebelumnya. Demikian pula 9 pengulangan pencetakkannya. Perlu diperhatikan agar pewarna yang menempel pada acuan cetak tidak berlebihan, tidak pula kekurangan. Bila hal ini terjadi, hasil cetakannya tidak akan memuaskan. Proses pencetakkan daun-daunan dilakukan sebagai berikut Pilihlah bentuk daun yang menarik serta ukurannya tidak terlalu lebar. Siapkan pewarna pada alas warna seperti pada cetak penampang. Usahakan agar keadaan pewarna pada alas merata keadaannya, serta tidak terlalu encer. Tempelkan permukaan daun tadi serata mungkin pada alas pewarna. Selanjutnya permukaan daun yang sudah berwarna tadi tempelkan pada kertas yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Gosoklah permukaan daun itu dengan hati-hati. Agar aman dan leluasa menggosok, simpanlah kertas di atas permukaan daun tersebut. Bila mencetakkannya sempurna, bentuk daun serta warna yang dipilih akan tergambarkan pada kertas. 2. Cetak Umbi-umbian Pada cetak umbi-umbian, kita harus membuat acuan cetak terlebih dahulu. Umbi-umbian yang biasa digunakan untuk acuan cetak diantaranya adalah ubi jalar, kentang, talas, wortel, ketela pohon. Proses kerjanya sebagai berikut Potonglah umbi yang sudah dipilih untuk acuan cetak serata mungkin. Buatlah gambar/bentuk pada permukaan potongan yang rata tadi. Selanjutnya hilangkan atau rendahkan bagian permukaan yang nantinya tidak akan memindahkan gambar/bentuk dengan jalan mengerat atau menorehnya. Siapkan pewarna sebelum melakukan pencetakkan. Namun sebaiknya lihat kembali proses pencetakan penampang yang basah dan yang kering. Pada cetak umbi-umbian-pun berlaku hal seperti itu, karena ternyata ada umbi- xii. 1 0 umbian yang masih mengandung cairan dan sebaliknya. Oleh sebab itu untuk acuan cetak dari umbi-umbian yang masih basah, gunakan serbuk warna. Sedangkan untuk acuan cetak dari umbi-umbian yang sudah kering, pewarna harus dicampur dahulu dengan air. Sekali lagi tata cara pencetakkannya lihat proses cetak penampang. Perlu diperhatikan agar pada proses cetak ini penampang, daun-daunan, dan umbi-umbian, digunakan alas yang agak empuk. Alas yang keras kurang baik hasilnya. 3. Cetak sablon Alat dan bahan yang dibutuhkan pisau, cutter, gunting, kuas, kapas, spon/busa, sisir, sikat gigi, kertas, pewarna, koran bekas, dan tempat pewarna. Proses pengerjaannya Membuat acuan cetak dari kertas buatlah gambar/bentuk untuk acuan cetaknya. Torehlah kontur/pinggir gambar tadi sampai tembus. Acuan cetak ini dapat pula dengan cara mengambil daun-daunan yang memiliki bentuk menarik dan ukuran yang sesuai dengan ukuran bidang gambar. Siapkan pewarna. Buatlah campuran warna pada tempat yang disediakan. Pewarna pada proses sablon ini sama dengan pewarna yang digunakan pada proses cetak sebelumnya. Kita dapat menggunakan cat air, ontan/sepuhan, pewarna kue cair, atau pewarna alam yang sudah disebutkan sebelumnya. Letakkan acuan cetak di atas kertas yang masih utuh. Acuan cetak harus menempel serapat-rapatnya agar tidak terjadi kebocoran pada saat pemulasan/pencetakkan. Sebaiknya kertas tersebut dialasi kertas koran. Ambil kuas, celupkan ke pewarna, selanjutnya pulaskan pada acuan yang ditoreh tadi. Bila pewarnaan menggunakan kapas atau spon yang dicelupkan pada pewarna, tentu saja tidak dipulaskan seperti kuas namun kapas atau spon itu ditekan-tekankan pada lubang acuan cetaknya. xii. 1 1 Cara sederhana lainnya kita gunakan sikat gigi dan sisir untuk memberi warna hasil cetakan. Dengan menggosokkan sikat gigi yang terlebih dahulu dicelupkan ke pewarna pada sisir, akan terjadi cipratan pewarna yang akan melalui lubanglubang acuan cetaknya. Hasil cetak berwarna pada proses ini dapat diatur pada saat memulaskan atau menyemprotkan pewarna. Bidang mana serta warna apa yang dipilih bergantung pada pilihan masing-masing. 4. Monoprint Alat dan bahan yang diperlukan rol karet, pewarna, alas pewarna kaca, permukaan benda yang rata dan licin, dan kertas. Prosedur pengerjaan Siapkan pewarna. Pewarna pada proses monoprint biasanya lebih kental dan agak lengket bila dibanding dengan pewarna yang digunakan pada proses cetak lainnya. Pewarna yang berbentuk serbuk ontan/sepuhan ditaburkan di atas alas pewarna yang permukaannya datar dan ukurannya cukup lebar, campurkan sedikit air dan tambahkan glycerine beberapa tetes diaduk dengan rol karet/plastik digelindingkan hingga rata. Siapkan pula rol karet/plastik sederhana bisa dibuat dari bahan yang sederhana pula. Caranya sebagai berikut siapkan slang plastik yang berdiameter ¾ inchi sepanjang 15 cm, isi bagian dalam slang itu dengan kayu yang bulat lubangi masing-masing ujung kayu itu ditengahnya setelah sebelumnya dirapikan dahulu potongannya, gunakan kawat jemuran yang agak besar untuk as dan sekaligus pegangan rol tersebut. Setelah keadaan pewarna cukup merata pada alasnya, simpan kertas kosong di atasnya. Jangan ditekan. Gambari kertas tersebut dengan benda yang agak runcing, pinsil, ballpoint, atau yang lainnya. Tekanan benda tadi akan mengakibatkan warna yang ada pada alas pewarna akan berpindah menempel pada kertas. Gambar yang terjadi akan terbalik keadaannya. xii. 1 2 C. M3 MELIPAT, MENGGUNTING, MENEMPEL 1. Kolase Bahan dan alat yang diperlukan kertas gambar, kertas warna, kertas limbah, bahan alam, potongan kain, lem, pinsil, gunting, atau/dan cutter. Prosedur pengerjaan Buatlah rancangan/gambar yang akan diselesaikan dengan kolase pada kertas gambar yang disediakan. Jiplakkan bentuk/gambar pada warna sesuai pilihan, potong/gunting secermat mungkin. Kemudian tempelkan bentuk/gambar tersebut menggunakan lem pada tempat yang sudah dirancang tadi. Warna yang digunakan dapat diambil dari kertas warna, potongan kain, limbah percetakan, limbah alam daun, kulit pohon dan sebagainya. 2. Montase Bahan dan alat yang diperlukan gambar dari majalah/koran/kalender bekas, atau reproduksi potret, gunting, cutter, lem. Prosedur pengerjaan Potonglah gambar-gambar atau reproduksi potret dari majalah, poster, kalender atau lainnya mengikuti kontur gambar/potret tersebut. Gambar yang dipotong mungkin hanya bagian tertentu saja. Susunlah hasil guntingan tadi berdasarkan kreasi masing-masing, pada kertas gambar yang sudah disediakan. Susunan gambar tadi akan menghasilkan suatu susunan bentuk yang baru, dan kadang-kadang aneh, lucu, dan fantastik. Penyusunannya menggunakan lem. Untuk memberikan kesan gambar yang artistik dan fantastik, gambar montase ini bisa dilengkapi dengan goresan spidol warna, atau pulasan cat air pada bagian tertentu yang dianggap perlu. 3. Mozaik xii. 1 3 Bahan pokok yang dapat dimanfaatkan untuk membuat mosaik ini sangat beragam. Bahan tersebut misalnya potongan kertas, lempengan kayu, kaca, potongan keramik, marmer, biji-bijian, batu-batuan. Alat yang digunakan untuk mengerjakan bahan tersebut disesuaikan dengan jenis bahan yang akan ditempelkan, misalnya triplekss atau karton sebagai bidang dasar, pensil untuk merancang pola gambar, lem kertas, aibon, lem putih/kayu, cutter pisau. Prosedur pengerjaan Buat rancangan, gambar pada kertas yang disediakan. Sediakan bahan yang akan ditempelkan. Tempelkanlah bahan-bahan yang sudah disediakan itu pada tempat yang sudah dirancang. Perlu diingat bahwa ukuran dari bahan yang ditempelkan umumnya sama. Pada satu hasil karya mosaik, mungkin saja ada beberapa kelompok ukuran. Proses pengerjaannya Pilihlah penampang apa yang akan dijadikan acuan cetaknya pelepah daun atau buah-buahan. Pelepah daun yang sering dijadikan acuan cetak adalah pelepah daun pisang, pelepah daun talas, pelepah daun pepaya. Buah belimbing dapat pula dijadikan sebagai acuan cetak. Potonglah penampang bahan acuan cetak itu dengan pisau, cutter atau silet. Arah potongan bebas. Usahakan agar permukaan potongan rata. Kerataan permukaan potongan sangat menentukan hasil cetakannya. Siapkan pewarna. Pewarna yang disiapkan bergantung dari keadaan bahan acuan cetaknya. Bila acuan cetaknya masih mengeluarkan getah/cairan, cukup disediakan serbuk pewarna saja. Pewarna akan menjadi cair setelah bersatu dengan cairan acuan cetak. Akan tetapi bila acuan cetaknya tidak mengeluarkan cairan, kita perlu menyediakan pewarna yang sudah dicampur dengan serbuk, cukup disebarkan pada alas warna yang bentuknya datar dan rata misalnya kaca, formica, lembaran plastik, piring. Penampang acuan cetak yang mengandung cairan digosok-gosokan xii. 1 4 pada serbuk warna yang ditaburkan di alas hingga rata, maka terjadilah warna yang siap pakai. Pewarna cair dapat dipulaskan pada busa/spon, atau pada kapas. Mencetakkan acuan cetak. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan ikutilah petunjuk ini. Penampang acuan cetak yang masih basah tekankan pada pewarna yang ada pada alas warna tadi. Selanjutnya tempelkan sambil ditekan acuan cetak tersebut pada kertas yang sudah diletakkan di atas koran. Kemudian angkat acuan cetaknya. Gambar acuan cetak akan tertera pada kertas. Untuk membuat bentuk/gambar yang sama, lakukan kegiatan seperti yang dilakukan sebelumnya beberapa kali bergantung kebutuhan pada kertas yang sama atau yang lain. Acuan cetak yang sudah kering tidak mengeluarkan cairan, pengisian warnanya harus dengan cara menempelkan acuan cetak tersebut pada spon/busa, atau kapas yang sudah diisi pewarna. Pencetakannya sama seperti pada pencetakkan acauan cetak sebelumnya. Demikian pula pengulangan pencetakkannya. Perlu diperhatikan agar pewarna yang menempel pada acuan cetak tidak berlebihan, tidak pula kekurangan. Bila hal ini terjadi, hasil cetakannya tidak akan memuaskan. Proses pencetakkan daun-daunan dilakukan sebagai berikut Pilihlah bentuk daun yang menarik serta ukurannya tidak terlalu lebar. Siapkan pewarna pada alas warna seperti pada cetak penampang. Usahakan agar keadaan pewarna pada alas merata keadaannya, serta tidak terlalu encer. Tempelkan permukaan daun tadi serata mungkin pada alas pewarna. Selanjutnya permukaan daun yang sudah berwarna tadi tempelkan pada kertas yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Gosoklah permukaan daun itu xii. 1 5 dengan hati-hati. Agar aman dan leluasa menggosok, simpanlah kertas di atas permukaan daun tersebut. Bila mencetakkannya sempurna, bentuk daun serta warna yang dipilih akan tergambarkan pada kertas. Pada cetak umbi-umbian, kita harus membuat acuan cetak terlebih dahulu. Umbi-umbian yang biasa digunakan untuk acuan cetak diantaranya adalah ubi jalar, kentang, talas, wortel, ketela pohon. Proses kerjanya sebagai berikut Potonglah umbi yang sudah dipilih untuk acuan cetak serata mungkin. Buatlah gambar/bentuk pada permukaan potongan yang rata tadi. Selanjutnya hilangkan atau rendahkan bagian permukaan yang nantinya tidak akan memindahkan gambar/bentuk dengan jalan mengerat atau menorehnya. Siapkan pewarna sebelum melakukan pencetakkan. Namun sebaiknya lihat kembali proses pencetakan penampang yang basah dan yang kering. Pada cetak umbi-umbian-pun berlaku hal seperti itu, karena ternyata ada umbiumbian yang masih mengandung cairan dan sebaliknya. Oleh sebab itu untuk acuan cetak dari umbi-umbian yang masih basah, gunakan serbuk warna. Sedangkan untuk acuan cetak dari umbi-umbian yang sudah kering, pewarna harus dicampur dahulu dengan air. Sekali lagi tata cara pencetakkannya lihat proses cetak penampang. Perlu diperhatikan agar pada proses cetak ini penampang, daun-daunan, dan umbi-umbian, digunakan alas yang agak empuk. Alas yang keras kurang baik hasilnya. RANGKUMAN Kegiatan berkarya seni rupa yang umum dilaksanakan di sekolah dasar adalah menggambar, mencetak dan M3 melipat, menggunting, menempel. Masing masing kegiatan memiliki beberapa kegiatan lainnya sebagai variasi pembelajaran praktek berkarya seni rupa. Karya-karya yang di maksud adalah xii. 1 6 Menggambar, terdiri dari a Gambar Ilustrasi, b Gambar Model, d , Gambar Ekspresi dan c Mengambar Dekoratif. Mencetak, terdiri dari a Cetak Penampang, b Cetak Umbi-umbian, c Cetak sablon dan d Monoprint M3 Melipat, Menggunting, Menempel, terdiri dari a Kolase, b Montase dan c Mozaik Test Formatif 1 Pilih satu jawaban yang paling tepat dari beberapa alternatif jawaban yang disediakan 1. Kegiatan menggambar dengan meniru kemiripan bentuk benda model yang disimpan di depan penggambar adalah menggambar…… a. bentuk c. ekspresi b. model d. ilustrasi 2. Peran gambar ini ialah untuk menjelaskan sesuatu, artinya dengan dibantu atau dilengkapi gambar ini memudahkan seseorang untuk menafsirkan konsep tertentu. Jenis gambar yang dimaksud adalah gambar …….. a. bentuk c. ekspresi b. model d. ilustrasi 3. Kegiatan menggambar manusia atau binatang, maka kegiatan ini disebut kegiatan menggambar…………… a. bentuk c. ekspresi b. model d. ilustrasi 4. Kegiatan menggambar yang lebih mengutamakan pengungkapan emosi yang dicurahkan dalam bentuk karya gambar adalah kegiatan menggambar…….. a. bentuk c. ekspresi b. model d. ilustrasi 5. Kegiatan menggambar hiasan ornamen pada kertas gambar, atau pada benda tertentu adalah kegiatan menggambar…… a. bentuk c. dekorasi b. model d. ilustrasi 6. Kegiatan mencetak dengan menggunakan ubi jalar, kentang, talas, wortel, ketela pohon sebagai acuan cetaknya adalah a. cetak umbi-umbian c. cetak penampang b. monoprint d. cetak sablon 7. Bahan dan alat yang diperlukan kertas, pewarna, pelepah daun, buah, daundaunan, umbi-umbian, belimbing atau umbi dan buah yang memiliki permukaan potongan yang menarik, pisau, alas pewarna, spon/busa, kapas, dan koran bekas digunakan pada kegiatan ………… xii. 1 7 a. cetak umbi-umbian c. cetak penampang b. monoprint d. cetak sablon 8. Teknik cetak dengan merintangi bidang gambar termasuk teknik…. a. cetak umbi-umbian c. cetak penampang b. monoprint d. cetak sablon 9. Kegiatan berkarya seni rupa M3 menggunting, melipat dan menempel yang umum dilakukan pada pembelajaran seni rupa di Sekolah Dasar adalah….. a. Mozaik, Kolase, Origami c. Mozaik, Kolase, Montase b. Montase, Kolase, Origami d. Mozaik, Kolase, Monoprint 10. Potonglah gambar-gambar atau reproduksi potret dari majalah, poster, kalender atau lainnya mengikuti kontur gambar/potret tersebut. Susunlah hasil guntingan tadi berdasarkan kreasi masing-masing, pada kertas gambar yang sudah disediakan. Kegiatan berkarya seni ini adalah kegiatan berkarya seni….. a. Mozaik c. Kolase b. Montase d. Monoprint Untuk melihat kemampuan Anda, coba cocokan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat pada akhir Bahan Belajar Mandiri ini. Kemudian hitunglah jawaban Anda yang benar dan gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap Materi Kegiatan Pembelajaran ini. Rumus Tingkat penguasaan= Jumlah Jawaban Anda yang benar x 100% 10 Arti tingkat penguasan yang Anda capai 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang Catatan Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Pembelajaran selanjutnya, tetapi bila tingkat penguasan Anda masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar ini, terutama bagian yang belum Anda kuasai.
17 Contoh Gambar Karya Seni 2 Dimensi beserta Ciri-cirinya Lengkap – Dunia seni amatlah luas, namun satu yang telah diperkenalkan kepada kita bahkan sedari dini adalah karya seni 2 dimensi. Sebelum usia sekolah bahkan sudah diberikan alat menggambar untuk membuat gambar-gambar sederhana. Itu hanya salah satu contoh karya seni 2 dimensi. Contoh gambar karya seni 2 dimensi lainnya akan dibahas tuntas di artikel ini! Contoh Gambar Karya Seni 2 DimensiDaftar IsiContoh Gambar Karya Seni 2 Dimensi1. Gambar2. Lukisan3. Sketsa4. Kartun5. Karikatur6. Vinyet7. Siluet8. Cetak tinggi9. Poster 10. Fotografi11. Grafiti12. Kaligrafi13. Flyer14. Banner15 Batik16. Logo17. Cover bukuKesimpulan Daftar Isi Contoh Gambar Karya Seni 2 Dimensi 1. Gambar 2. Lukisan 3. Sketsa 4. Kartun 5. Karikatur 6. Vinyet 7. Siluet 8. Cetak tinggi 9. Poster 10. Fotografi 11. Grafiti 12. Kaligrafi 13. Flyer 14. Banner 15 Batik 16. Logo 17. Cover buku Kesimpulan Seni Rupa Unnes Karya seni 2 dimensi secara fisikal hanya memiliki panjang dan lebar atau sederhananya memiliki luas. Karya seni 2 dimensi tidak memiliki isi atau ruang atau volume karena tidak memiliki aspek ketinggian atau ketebalan. Agar lebih mengerti, berikut ini 17 contoh gambar karya seni 2 dimensi 1. Gambar Canva Ini adalah contoh yang sudah disinggung di awal artikel. Kamu pasti sudah familiar dengan karya seni ini. Sudah dipastikan kamu sendiri pasti pernah menggambar template gambar paling mainstream untuk anak Indonesia yaitu dua gunung yang mengapit matahari pagi. Gambar memiliki aspek bentuk, garis, dan juga kegunaan tapi tidak memiliki ekspresi. 2. Lukisan Canva Contoh gambar karya seni 2 dimensi selanjutnya adalah lukisan. Lukisan adalah karya seni yang gampang sekali ditemukan. Biasa dipajang di tempat umum atau paling dekat di ruang tamu sebagai pemanis ruangan. Contoh di atas adalah lukisan Starry Night karya Van Gogh yang begitu khas dengan style tersendiri. 3. Sketsa Canva Contoh gambar karya seni 2 dimensi yang ketiga adalah sketsa. Sketsa adalah contoh karya seni 2 dimensi yang sederhana. Ia biasanya tidak memiliki warna karena dibuat hanya menggunakan alat seadanya yang sedang dibawa oleh pensketsa. Biasa dibuat dengan pensil atau pun pena yang hanya guratan-guratan sederhana namun bisa memiliki ekspresi atau pun suasana. 4. Kartun Canva Setiap orang di abad 21 pasti memiliki masa kecil yang penuh dengan tontonan kartun. Hari minggu merupakan hari raya anak kecil terutama pada tahun 90an karena televisi nasional biasanya hanya menayangkan kartun dari pagi hingga siang. 5. Karikatur Canva Karikatur adalah contoh gambar karya seni 2 dimensi yang juga sederhana. Biasanya tidak memiliki warna, hanya terbentuk dari guratan tinta hitam di atas background warna putih, abu, dan warna lainnya. Biasanya memuat sindiran dimana kita mengenali karakter yang disindir meskipun bentuknya tidak terlalu mirip. 6. Vinyet Youtube Gambar karya seni 2 dimensi vinyet atau vignette adalah karya seni yang tidak memiliki maksud jelas. BIasanya hanya diselipkan pada halaman yang kosong sebuah buku sebagai pemanis saja. 7. Siluet Canva Contoh gambar karya seni 2 dimensi selanjutnya adalah siluet. Ini adalah gambar yang merepresentasikan bayangan bentuk seseorang. Sudut pandangnya bisa darimana saja. Meski hanya terlihat hitam, anehnya kita mampu mengenali dan percaya bahwa sebuah siluet mewakili tubuh dari orang tertentu. 8. Cetak tinggi Seni Rupa Unnes Cetak tinggi yang disebut juga cetak timbul adalah teknik memberikan dimensi tinggi pada gambar 2 dimensi sehingga memberikan efek yang lebih hidup. Triplek, harboard, karet, papan kayu, dan metal adalah medium yang bisa dijadikan untuk gambar cetak tinggi. 9. Poster Canva Poster dibuat sebagai media iklan. Biasanya selain ada gambar juga memiliki tulisan yang mengajak calon konsumen untuk tahu tentang kegiatan atau produk yang ditawarkan. Biasanya dipajang di tempat-tempat umum agar banyak dilihat oleh khalayak. 10. Fotografi Canva Contoh gambar karya seni 2 dimensi yang lainnya adalah fotografi. Ini adalah karya seni yang memanfaatkan teknologi dalam penciptaannya. Meski hanya menggunakan tombol shutter, teknik, pengetahuan, dan skill berbeda dari para fotografer bisa memberikan nuansa kekhasan yang berbeda pula. 11. Grafiti Canva Grafiti juga merupakan salah satu gambar karya seni 2 dimensi. Ini adalah karya seni yang menggambarkan kebebasan. Terkadang isinya hanya sebuah tulisan biasa yang begitu indah karena warna-warnanya. Terkadang pula meski dalam warna dan bentuk sederhana namun memuat satu kritikan. Dapat disimpulkan bahwa grafiti juga menjadi media penyampai aspirasi. 12. Kaligrafi Canva Contoh karya seni gambar 2 dimensi selanjutnya adalah kaligrafi. Biasanya memuat tulisan dari satu bahasa yang memiliki alfabet dengan bentuk-bentuk artistik. Sebut saja bahasa arab, china, dan jepang sebagai salah satu bahasa yang kerap dijadikan sebuah kaligrafi. 13. Flyer Canva Bila grafiti adalah media penyampai aspirasi dalam bentuk besar di jalanan, berbeda lagi dengan flyer atau brosur yang merupakan penyampai informasi. Brosur, selain memuat gambar, biasanya juga memuat tulisan-tulisan sederhana yang gampang dimengerti. Brosur biasa dibagikan oleh tim marketing atau pemasaran untuk meningkatkan brand awareness. Canva Contoh gambar karya seni 2 dimensi selanjutnya adalah banner. Ini adalah salah satu media iklan yang pastinya sudah familiar dan kerap kamu temui di jalan. Perpaduan gambar dan tulisan dalam sebuah banner dibuat untuk mewakili produk atau jasa yang dipasarkan. Biasanya diletakan atau dipajang di tempat-tempat keramaian yang strategis agar dilihat banyak orang. 15 Batik Canva Selanjutnya ada batik, warisan budaya Indonesia yang kini menjadi salah satu seragam untuk sekolah maupun di lingkungan kerja. Batik adalah gambar-gambar sederhana berulang pada media kain yang indah dan setiap daerah memiliki gayanya tersendiri. 16. Logo Canva Contoh selanjutnya adalah yang paling terdekat dengan jari kita. Gambar di atas adalah salah satu contoh dari logo, sebuah gambar sederhana yang bisa mewakili satu aplikasi. Tentu bukan aplikasi saja, produk, jasa, atau pun perusahaan bisa diwakili oleh sebuah logo. 17. Cover buku Canva Contoh gambar karya seni 2 dimensi yang terakhir adalah cover buku. Memang ada istilah don’t judge book by its cover tapi tetap saja sebuah cover buku yang baik bisa menarik hati calon pemiliknya. Sebuah cover buku biasanya mewakili cerita apa yang dimuat dalam buku tersebut. Bisa juga memperlihatkan situasi genting dalam buku. Lalu, bisa juga merupakan simbolis dari keseluruhan cerita. Kesimpulan Gambar karya seni 2 dimensi atau dwimatra adalah sebuah karya yang hanya memiliki dimensi luas tapi tidak memiliki dimensi volume. Gambar, siluet, poster, flyer, logo, cover buku, karikatur, dan vignette adalah sebagian kecil dari contoh gambar karya seni 2 dimensi yang sering kita lihat di mana pun itu. Demikianlah artikel karya seni 2 dimensi. Semoga bisa membuatmu makin paham. Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta
- Contoh soal Seni Rupa kelas 1 SD semester 2 dibutuhkan siswa sebagai bahan latihan dan belajar sebelum mengikuti ujian. Dalam Kurikulum Merdeka, bentuk ujian yang diadakan disebut juga Sumatif Akhir Semester SAS atau Penilaian Akhir Tahun PAT.Dilansir laman resmi SD Wonosari, SAS diberlakukan untuk siswa kelas 1 dan 4, yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka. Sementara itu, kelas yang belum menerapkan kurikulum baru tersebut masih menerapkan ujian dengan sebutan Penilaian Akhir Tahun. Kendati berbeda penamaan, PAT dan SAS punya tujuan sama yakni mengukur pemahaman siswa setelah mengikuti pembelajaran satu semester terakhir. Ujian tersebut juga dijadikan sebagai salah satu indikator kenaikan kelas siswa kelas mata pelajaran diujikan dalam PAT atau SAS. Siswa bisa belajar terkait materi menggunakan modul yang telah diberikan. Selain itu, mengerjakan latihan soal juga bisa menjadi alternatif belajar juga Soal PJOK Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka & Kunci Jawaban Contoh Soal Pendidikan Pancasila Kelas 1 Semester 2 & Jawabannya Soal SBdP Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Jawaban Contoh Soal SAS Seni Rupa Kelas 1 SD Semester 2 & Jawabannya Berilah tanda silang X pada huruf a, b, atau c yang merupakan jawaban yang paling benar pada lembar jawab yang disediakan!1. Sebuah Gedung memiliki banyak jendela. Gedung itu termasuk ….a. Bangunan unikb. Bangunan tradisionalc. Bangunan hijauJawaban c2. Benda di lingkungan sekitar kita banyak yang memiliki bentuk natural. Benda berikut yang memiliki bentuk natural adalah ….a. Pohonb. Lemaric. RadioJawaban a3. Ilham ingin membuat model kota. Ilham menempel model bangunan pada model kota menggunakan ….a. Guntingb. Lemc. Silet Jawaban b4. Kulit pisang halus jika diraba. Tekstur tersebut termasuk ….a. Tekstur buatanb. Tekstur semuc. Tekstur nyataJawaban c5. Niswa memiliki boneka beruang. Tekstur boneka beruang Niswa ….a. Kasarb. Berbuluc. TajamJawaban b6. Zidan menggambar pohon mangga. Objek gambar Zidan adalah ….a. Tumbuhanb. Benda Matic. HewanJawaban a7. Nada mencampur dua warna sekunder. Warna yang dihasilkan dari campuran tersebut adalah ….a. Tersierb. Primerc. Pokok Jawaban a8. Pewarna batik sogan awalnya dari batang pohon soga. Batik sogan umumnya berwarna ....a. Cokelatb. Hijauc. Merah Jawaban a9. Faizah ingin menggambar menggunakan cat air. Menggambar dengan cat air membutuhkan bidang yang ….a. Tipisb. Transparanc. Tebal Jawaban c10. Shanum menggambar bentuk daun seperti jari tangan. Shanum menggambar daun ....a. Pepayab. Jambuc. Mangga Jawaban aII. Jawablah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini dengan benar pada lembar Jawaban yang telah tersedia! 1. Letak taman dalam model kota harus diperhatikan agar model kota tampak?2. Gunung, laut, sungai termasuk benda natural. Benda natural disebut juga sebagai benda apa?3. Pada dasarnya ada … jenis garis dalam seni Anjina ingin mengetahui tekstur kulit buah rambutan. Tekstur kulit buah rambutan dapat dirasakan Anjina dengan cara apa? 5. Rikho ingin menggambar kelinci. Gambar kelinci termasuk karya seni rupa … dimensi. 6. Ubay membuat model bangunan yang memiliki Menara. Apa bahan yang digunakan Ubay untuk membuat Menara?7. Sebutkan 2 benda yang memiliki bentuk natural!8. Bagaimana ekspresimu saat mendengar kabar nenekmu sakit?9. Sebutkan 3 contoh hewan peliharaan! 10. Maya akan mewarnai gambar daun dengan cat air. Maya tidak memiliki cat air warna hijau. Warna apa yang harus dicampur Maya untuk menghasilkan warna hijau?Jawaban1. Indah2. Alami3. Dua4. Diraba5. Senang/Bahagia6. Botol air mineral atau kardus bekas pasta gigi7. Sungai, Pohon, Gunung, dan lainnya Kebijaksanaan 8. Sedih9. Kucing, ayam, bebek Kebijaksanaan Guru 10. Warna biru dan kuning - Pendidikan Kontributor Ai'dah Husnala Luthfiyyah AnsPenulis Ai'dah Husnala Luthfiyyah AnsEditor Fadli Nasrudin